Menaker Ingatkan Perusahaan Lakukan PHK Sebagai Jalan Terakhir

Danonevitapole, CIKARANG – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan, PHK merupakan jalan terakhir ketika perusahaan menghadapi masalah.

“Apa yang dilakukan Kementerian Sumber Daya Manusia (Kemenaker) adalah memastikan PHK merupakan upaya terakhir,” kata Aida saat ditemui di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31 Januari 2024).

Ada menyampaikan hal ini sebagai respons terhadap banyaknya kasus redundansi. Salah satunya dilakukan oleh pabrik ban Korea PT Hung-A Indonesia yang berlokasi di kawasan Hyundai Cikarang.

Ada mengatakan, PHK tersebut terjadi setelah perusahaan berupaya berbagai upaya menyelesaikan masalah tersebut, namun tetap nihil. Aida juga mengingatkan, PHK harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jika terbukti tidak dapat dihindari, maka PHK harus mematuhi peraturan departemen, termasuk protokol,” kata Ada.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Dirjen PHI JSK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indah Anggoro Putri meminta bantuan Dinas Kemanusiaan (Disnaker) setempat kepada para pekerja yang terkena PHK.

Indah juga menyampaikan Kementerian Ketenagakerjaan siap bekerja sama dan mengawasi proses pembinaan yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kami terus bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja seperti Kementerian Ketenagakerjaan untuk menangani PHK di Bekasi, tapi juga memantau apa yang bisa dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Indah.

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membantu para pekerja yang terkena dampak PHK PT Hung-A Indonesia di kawasan Hyundai Cikarang untuk memenuhi hak-hak karyawannya.

Danny Ramdan, Pj Bupati Bekasi, mengatakan Pemkab Bekasi telah menerima laporan adanya PHK di pabrik ban Korea dan segera memerintahkan personel dari Dinas Kemanusiaan untuk menindaklanjuti pegawai yang di PHK tersebut.

Edi Rochyadi, Kepala Pusat Pelayanan Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, mengatakan dari laporan yang diterima, sebanyak 1.170 karyawan PT Hung-A Indonesia terkena PHK.

Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, PHK tersebut karena PT Hung-A Indonesia bersiap menutup perusahaannya karena sepinya pesanan dari pembeli.