Pertaabi Dukung Wujudkan Bisnis ESG & Penerapan Green Energy

Wecome Danonevitapole di Situs Kami!

Danonevitapole, JAKARTA – Persatuan Ahli Alat Berat Indonesia (Pertaabi) menggelar seminar nasional dan bincang bisnis di Hotel JS Luvansa Jakarta. Pertaabi Dukung Wujudkan Bisnis ESG & Penerapan Green Energy

Acara bertajuk “Menjelajahi Transformasi ESG, Energi Ramah Lingkungan dan Teknologi Berdampak Positif pada Bisnis dan Perekonomian Indonesia” merupakan bentuk tanggung jawab untuk memahami masa depan bisnis Indonesia, khususnya di industri alat berat yang berkelanjutan.

BACA JUGA: PERTAABI dan Mobil Lubricants kembali tingkatkan kompetensi spesialis alat berat

Ketua Simposium PERTAABI Sigit Pamungkas mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta untuk meningkatkan kemajuan usaha dan menambah wawasan energi hijau di bidang pertambangan. Bos Danacita: Kami Bukan Pinjol

“Mudah-mudahan peserta mampu menyerap ilmu dan wawasan baru,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (24/1).

BACA JUGA: Mobil Lubricants berkomitmen membantu meningkatkan kemampuan anggota PERTAABI

Sementara itu, Rochman Alamsjah, CEO Pertaabi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota dalam memahami lingkungan, masyarakat dan tata kelola (ESG) dan energi hijau.

Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta yang mendaftar secara online dan 250 peserta secara online.

BACA JUGA: PT EMLI undang PERTAABI kunjungi Pabrik Minyak Pelumas Cilegon

“Bagi yang hadir dari seluruh Indonesia, kami berharap berbagi kegiatan ini dapat bermanfaat bagi dunia usaha dan perekonomian Indonesia,” kata Rohman.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para pembicara handal di bidangnya, antara lain Prof. Ph.D. Tn. Tumiran, M.Eng (Dewan Energi Nasional/Guru Besar UGM), Jaia Wahono (Administrator KADIN Pusat/Ketua Clean Power Indonesia) dan Edi Wibovo (Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Prof. Tumiran menilai transisi dari energi konvensional ke EBT tidak akan berhasil jika perekonomian melambat.

“Sektor ketenagalistrikan tidak akan tumbuh jika perekonomian tidak tumbuh.” “Kalau ketenagalistrikan tidak tumbuh maka sektor lain juga tidak tumbuh,” kata pria yang juga guru besar UGM ini.

Lanjutnya, konsumsi energi Indonesia masih rendah dengan rata-rata konsumsi per kapita hanya Rp150 ribu per bulan. Pertaabi Dukung Wujudkan Bisnis ESG & Penerapan Green Energy

Prof. Tumiran menilai tidak mengherankan jika target pemerintah melaksanakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2021-2030, dengan target porsi EBT dalam bauran energi nasional pada 2025 sebesar 23 persen. , sulit dicapai.

Berdasarkan capaian sektor ESDM Kementerian ESDM tahun 2022, bauran EBT masih jauh dari target yaitu hanya 14,11 persen. Tak heran, target pencapaian 2.500 KVH pada tahun 2025 masih jauh dari tercapai.

“Perkembangan teknologi harus kita dorong, peningkatan daya saing produk dalam negeri, keunggulan teknologi informasi, peningkatan ekspor, dan peningkatan investasi dalam peran nasional.” Sektor industri menjadi penggerak perekonomian kita untuk tumbuh sehingga konsumsi listrik didorong untuk tumbuh,” jelasnya. (ddi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA… Mulai tahun 2024, UNDtastic membuka peluang kerjasama bisnis, kerjasama dengan perbankan